MATERI
II ( Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di era dewasa ini kemajuan
tekhnologi dan informasi sangat mempengaruhi pada kehidupan sosial Masyarakat.
Dampak tersebut mempengaruhi pada hal Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan. Dari
waktu kewaktu kurva jumlah pendudukpun semakin tinggi. Sehingga mengakibatkan
kepadatan penduduk. Selain itu, akibat dari kecanggihan zaman teknologi saat
ini membuat perlahan-lahan budaya tradisional di tinggalkan. Bila tidak di lestarikan,
kemungkinan budaya dari nenek moyang pun akan punah dan tidak dapat di wariskan
pada generasi-generasi berikutnya.
Pesatnya
kemajuan teknologi dan informasi di era sekarang menimbulkan berbagai dampak
positif dan negatif dalam pemanfaatannya. Dalam garis besar dampak positif yang
ditimbulkan oleh kemajuan teknologi dan informasi bagi kehidupan penduduk,
masyarakat dan budaya ialah dipermudahkannya dalam proses mencari pengetahuan
yang dibutuhkan oleh penduduk, masyarakat serta kebudayaan indonesia dalam
mengeksplorasi perkembangan zaman di era sekarang.
Dibalik
dampak positif yang ditimbulkan oleh pesatnya kemajuan teknologi dan informasi
diatas, ada sebagian besar dampak negatif yang ditimbulkan oleh pesatnya
kemajuan teknologi dan informasi. Dampak negatif yang ditimbulakan adalah
ketergantungannya penduduk, masyarakat dan kebudayaannya dalam pemanfaatan
teknologi dan informasi yang tidak dibatasi sehingga penduduk dan masyarakat
lebih mementingkan hidup bersama teknologi dan informasi yang ada seperti hp,
laptop, dll. Serta aplikasi – aplikasi didalamnya yang sangat menyita perhatian
penduduk dan masyarakat, sehingga kebudayaan pun ikut terperosok karena kita
dapat mengakses secara mudah perkembangan budaya – budaya luar yang saat ini
telah melekat dikehidupan sehari-hari penduduk dan masyarakat indonesia.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan Pertumbuhan Penduduk?
2.
Apakah yang dimaksud dengan Kebudayaan dan Kepribadian?
3.
Apakah yang dimaksud dengan Kebuyaan Barat?
1.3
Tujuan Masalah
1.
Mengetahui pengertian tentang Penduduk.
2.
Mengetahui pengertian tentang Masyarakat.
3.
Mengetahui pengertian tentang Kebudayaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Penduduk
Penduduk
adalah orang-orang yang berada di dalam suatu wilayah yang terikat oleh
aturan-aturan yang berlaku dan salingberinteraksi satu sama lain secara terus
menerus / kontinu. Dalamsosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang
menempatiwilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah
tersebut.
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggaldi situ.
Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal didaerah lain.Kepadatan
penduduk dihitung dengan membagi jumlahpenduduk dengan luas area dimana mereka
tinggal.Pertambahan Penduduk di IndonesiaPenduduk dunia saat ini telah mencapai
lebih dari 6 miliar,dimana di antara jumlah tersebut, 80 persen tinggal di
negara-negaraberkembang. Sementara itu, United Nations (2001) memproyeksikanbahwa
penduduk perkotaan di negara-negara berkembang terusmeningkat dengan rata-rata
pertumbuhan 2,4 persen per tahun. Angkaini merupakan dua kali lipat angka
pertumbuhan penduduk totalnegaranegaraberkembang pada umumnya, yakni sekitar
1,2 persen. Meskipenduduk perkotaan di negara-negara maju juga meningkat
denganangka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhanpenduduk
totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih besardaripada negara-negara
berkembang, pertumbuhan perkotaan dinegaranegaraberkembang tetap lebih cepat
disertai dengan meningkatnya penduduk perkotaan secara absolut.Sensus Penduduk
2000 menunjukkan bahwa jumlah penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai
lebih dari 85 juta jiwa, denganlaju kenaikan sebesar 4,40 persen per tahun
selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42 persen dari total
jumlah penduduk.Mengikuti kecenderungan
tersebut, dewasa ini (2005)diperkirakan bahwa jumlah penduduk perkotaan telah
melampaui 100 juta jiwa, dan kini hampir setengah jumlah penduduk
Indonesia tinggaldi wilayah perkotaan. Hal
ini tentu saja berdampak sangat luas pada upaya perencanaan dan pengelolaan
pembangunan wilayah perkotaan.Meningkatnya proporsi penduduk yang tinggal di
perkotaandapat berarti bahwa penduduk berbondong-bondong pindah dariperdesaan
ke perkotaan, atau dengan kata lain penduduk melakukan urbanisasi.Secara
demografis sumber pertumbuhan penduduk perkotaan.
pertambahan penduduk alamiah, yaitu jumlah orang yang lahir dikurangi
jumlah yang meninggal; migrasi penduduk khususnya dariwilayah perdesaan (rural)
ke wilayah perkotaan (urban); sertareklasifikasi, yaitu perubahan status suatu
desa (lokalitas), dari lokalitasrural menjadi lokalitas urban, sesuai dengan
kriteria yang ditetapkandalam Sensus oleh Badan Pusat Statistik.Pertambahan
penduduk alamiah berkontribusi sekitar sepertigabagian sedangkan migrasi dan
reklasifikasi memberikan andil dua pertiga kepada kenaikan jumlah penduduk
perkotaan di Indonesia, dalamkurun 1990-1995. Dengan kata lain migrasi sesungguhnya
masih merupakan faktor utama dalam penduduk perkotaan di
Indonesia.Kegiatan industri dan jasa di kota-kota tersebut yang
semakinberorientasi pada perekonomian global, telah mendorong perkembangan
fisik dan sosial ekonomi kota, namun semakin memperlemah keterkaitannya dengan
ekonomi lokal, khususnya ekonomi perdesaan karena upah di pedasaan lebih kecil
dari upah di perkotaan. Dampak yang paling nyata hanyalah meningkatnya
permintaan tenaga kerja, yang pada gilirannya sangat memacu laju pergerakan penduduk
dari desa ke kota dan makin mempersulit lowongan pekerjaan karena banyak
persaingan orang yang dari desa ke ke kota untuk mencari kerja.
2.2 Pengertian Masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), Kata society
berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan
yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga
arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society
mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan
yang sama dalam mencapai tujuan bersama dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" juga berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya,pengertian masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas.
Dari definisi diatas masyarakat adalah sebuah
komunitas yang saling tergantung satu sama lain (interdependen). Umumnya,
istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama
dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai
sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan
yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi
sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan
cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan
ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam,
dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban.
Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai
kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya:
berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, yaitu :
1. masyarakat band,
2. suku, chiefdom,
3. dan masyarakat negara.
Referensi : :
://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
2.3 Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan
masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa
segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan
merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi,
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai
definisi tersebut, pengertian kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi
tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam
pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat
abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan
oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda
yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup,
organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk
membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang
dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke
generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama
dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya
seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari
diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara
genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada
budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu
dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya
bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan
perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak
kegiatan sosial manusia.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu
kerangka untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya
meramalkan perilaku orang lain.
Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa
kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan
evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat, atau
biasa disebut dengan tribalisme.
Dan pengertian kebudayaan sendiri sangat luas
sampai settiap orang menilai kebuadayaaan menurut pemikiran dia sendiri .
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai.
Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan
kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya
khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak
mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran
kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis.
Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru
tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi
Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan
kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga
membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua
kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat
berbeda dengan kebudayaan asli.
Referensi : http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html
BAB III
PENUTUP
3.1
Analisis
Individu adalah kesatuan utuh antara
jasmani dan rohani. Setiap individu mempunyai ciri khas dan kebutuhan yang
tersendiri. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut,setipa individu membutuhkan
individu lain. Karena itulah individu selalu hidup berkelompok membentuk
masyarakat.
Masyarakat adalah sejumlah orang yang
hidup dalam suatu daerah saling berhubungan dan terikat satu sama lain sehingga
memiliki rasa solidaritas dan menghasilkan kebudayaan.
Setiap individu dalam masyarakat
mempunyai peran dan kedudukan yang berbeda. Setiap individu diharapkan dapat
berperan sesuai dengan kedudukannya sehingga tercipta ketertiban, kenyamanan, kesetabilan hidup bermasyarakat,yang
akhirnya tujuan bersama dapat tercapai.
Setelah
kita membaca penjelasan diatas alangkah baiknya dalam proses pemanfaatan
teknologi dan informasi digunakan dengan sebaik mungkin, tanpa meninggalkan
hakikat kita sebagai seorang penduduk, masyarakat serta sebagai orang yang
menjunjung tinggi kebudayaan dalam negeri.
3.2
Kesimpulan
kita sesama manusia harus saling
menghormati satu dengan yang lain ditengah – tengah pesatnya kemajuan
teknologi dan informasi. Karena kita harus menyadari manusia adalah makhluk social
yang tidak bisa hidup sendiri. Maka dari itu manusia tidak bisa hidup
menyendiri dan sebagai makhluk social kita diwajibkan hidup berkelompok
berdampingan satu sama lainnya dalam pemanfaatan teknologi dan
informasi.
3.3 Referensi
MATERI III
(Individu, Keluarga, dan Masyarakat)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia
merupakan makhluk individu. Manusia itu disebut individu apabila pola
tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah
laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya
memiliki peranan-peranan yang khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Kepribadian
suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui
pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.
Setiap
individu pasti akan mengalami pembentukan karakter atau kepribadian. Dan hal
itu membutuhkan proses yang sangat panjang dan banyak faktor yang
mempengaruhinya terutama lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan karena
keluarga adalah kerabat yang paling dekat dan kita lebih banyak meluangkan
waktu dengan keluarga. Setiap keluarga pasti menerapkan suatu aturan atau norma
yang mana norma-norma tersebut pasti akan mempengaruhi dalam pertumbuhan
individu. Bukan hanya dalam lingkup keluarga, tapi dalam lingkup masyarakat pun
terdapat norma-norma yang harus di patuhi dan hal itu juga mempengaruhi
pertumbuhan individu.
Dengan adanya naluri yang dimiliki suatu individu, dimana
ketika dapat melihat lingkungan di sekitarnya maka secara tidak langsung maka
individu akan menilai hal-hal di sekitarnya apakah hal itu benar atau
tidak, dan ketika suatu individu berada di dalam masyarakat yang memiliki
suatu norma-norma yang berlaku maka ketika norma tersebut di jalankan
akan memberikan suatu pengaruh dalam kepribadian, misalnya suatu individu ada
di lingkungan masyarakat yang disiplin yang menerapkan aturan-aturan yang tegas
maka lama-kelamaan pasti akan mempengaruhi dalam kepribadian sehingga menjadi
kepribadian yang disiplin, begitupun dalam lingkungan keluarga, semisal suatu
individu berada di lingkup keluarga yang religius maka individu tersebut akan
terbawa menjadi pribadi yang religius.
1.2
Rumusan Masalah
1. Jelaskan
definisi pertumbuhan dan faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan!
2. Jelaskan
definisi keluarga!
3. Jelaskan
fungsi keluarga!
4. Jelaskan
definisi individu, keluarga dan masyarakat!
5. Jelaskan
golongan-golongan masyarakat!
6. Jelaskan
perbedaan antara kelompok masyarakat industry dengan masyarakat non industri!
7. Jelaskan
hubungan antara keluarga, individu dan masyarakat!
8. Jelaskan defiinisi urbanisasi dan proses urbanisasi!
1.3
Tujuan Masalah
1. Mengetahui definisi dari pertumbuhan dan
faktor – faktor yang mempengaruhinya
2. Mengetahui definisi keluarga
3. Mengetahui fungsi keluarga
4. Mengetahui definisi dari individu,
keluarga dan masyarakat
5. Mengetahui golongan – golongan masyarakat
6. Mengetahui perbedaan kelompok masyarakat
industry dan masyarakat non industry
7. Mengetahui hubungan antara keluarga,
individu dan masyarakat
8. Mengetahui definisi dari urbanisasi dan
proses urbanisasi
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan
Pada pembahasan
konsep mengenai perkembangan individu ini, kami akan merangkaikan pengertian
perkembangan dengan pertumbuhan. Hal ini dikarenakan dua kata tersebut dalam
kedudukannya sebagai pengubah serta pemberi pengaruh terhadap diri individu
tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Pertumbuhan
adalah berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau
dimensi tingkat sel organ maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran
panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolic/bersifat kuantitatif
(Soetjiningsih,1988). Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai bertambahnya
ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran
fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur
dengan satuan panjang dan berat.
Perkembangan adalah bertambah kemampuan
(skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur
dan dapat diramalkan sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan menyangkut
adanya proses pematangan.sel-sel tubuh,jaringan tubuh, organ-organ dan sistem
organ yang berkembang sedemikian rupa,sehingga masing-masing dapat memenuhi
fungsinya termasuk juga emosi,intelektual dan tingkah laku sebagai hasil
iteraksi dengan lingkungan (Soetjiningsih, 1988). Perkembangan (development)
juga merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu,
perkembangan ini adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan
kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat
progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Akhmad Sudrajat : 2008,
memberikan definisi bahwa “Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang
sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir
hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan
yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.”
Adapun ciri – ciri pertumbuhan dan
perkembangan yaitu kontinu; ada masa percepatan dan perlambatan; erkembangan
mempunyai pola yang sama untuk semua individu, tetapi untuk kecepatan
berbeda-beda untuk tiap individu, sangat dipengaruhi lingkungan; perkembangan
erat dengan maturasi susunan saraf pusat; dan refleks primitif hilang sebelum
gerakan volunteer tercapai.
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan
ukuran, volume serta jumlah sel yang ditandai dengan pertambahan panjang, berat
dan tinggi makhluk hidup yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke
bentuk semula) dan kuantitatif (dapat diukur). Perkembangan adalah suatu proses
dari organisme muda menuju keadaan yang lebih dewasa (matang secara seksual
sehigga dapat melakukan reproduksi), serta bersifat kualitatif (tidak dapat
diukur).
Berikut ini contoh yang dapat memperjelas
perbedaan antara petumbuhan dan perkembangan.
1. Pertumbuhan
Pertumbuhan Tanaman mangga yang tumbuh dari tanaman muda yang
kecil menjadi tanaman yang lebih besar dan bercabang rindang. ukurang tinggi,
berat dan volume dari batang dan daun tanaman mangga tadi dapat diukur dengan
menggunakan alat ukur yang ada.
2. Perkembangan
Tanaman mangga yang ketika menjadi tanaman muda tidak menghasilkan bunga dan buah, setelah beberapa tahun ditumbuhkan, dapat menghasilkan bunga dan buah yang bertujuan untuk perkembangbiakan dan reproduksi. Proses ini tidak dapat diukur karena kematangan seksual tanaman mangga tadi dapat berbeda – beda antara satu individu dengan individu lain, tergantung dari faktor yang mempengaruhi.
Tanaman mangga yang ketika menjadi tanaman muda tidak menghasilkan bunga dan buah, setelah beberapa tahun ditumbuhkan, dapat menghasilkan bunga dan buah yang bertujuan untuk perkembangbiakan dan reproduksi. Proses ini tidak dapat diukur karena kematangan seksual tanaman mangga tadi dapat berbeda – beda antara satu individu dengan individu lain, tergantung dari faktor yang mempengaruhi.
Berdasarkam uraian-uraian tersebut, maka dapat
diartikan bahwa pertumbuhan fisiologis/fisik individu tidak ada artinya bila
individu itu tidak mau melakukan proses pembelajaran untuk memiliki suatu
kompetensi, keterampilan atau kemampuan tertentu sebagai bentuk pengembangan
diri.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu,
yaitu:
a) Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang
utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa
beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis
yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki
karakteristik fisik yang sama.
b) Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula
pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan
dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun
jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan
individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
c) Faktor Kebudayaan
Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya.
Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki
kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari semua faktor-faktor di atas dan
pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan
memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka
terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan
sekitar.
2.2 Keluarga
Pada pembahasan konsep mengenai perkembangan individu ini, kami
akan merangkaikan pengertian perkembangan dengan pertumbuhan. Hal ini
dikarenakan dua kata tersebut dalam kedudukannya sebagai pengubah serta pemberi
pengaruh terhadap diri individu tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Pertumbuhan adalah berkaitan dengan
masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel organ
maupun individu yang bisa diukur dengan berat, ukuran panjang, umur tulang dan
keseimbangan metabolic/bersifat kuantitatif (Soetjiningsih,1988). Pertumbuhan
dapat juga diartikan sebagai bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan
interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian
atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Perkembangan adalah bertambah kemampuan (skill) dalam struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur dan dapat diramalkan
sebagai hasil proses pematangan. Perkembangan menyangkut adanya proses
pematangan.sel-sel tubuh,jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang
berkembang sedemikian rupa,sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya
termasuk juga emosi,intelektual dan tingkah laku sebagai hasil iteraksi dengan
lingkungan (Soetjiningsih, 1988). Perkembangan (development) juga merupakan
suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan ini adalah
proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang
individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis
di dalam diri manusia. Akhmad Sudrajat : 2008, memberikan definisi bahwa
“Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan
berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau
dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju
tingkat kedewasaan atau kematangannya.”
Adapun ciri – ciri pertumbuhan dan perkembangan yaitu kontinu;
ada masa percepatan dan perlambatan; erkembangan mempunyai pola yang sama untuk
semua individu, tetapi untuk kecepatan berbeda-beda untuk tiap individu, sangat
dipengaruhi lingkungan; perkembangan erat dengan maturasi susunan saraf pusat;
dan refleks primitif hilang sebelum gerakan volunteer tercapai.
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, volume serta
jumlah sel yang ditandai dengan pertambahan panjang, berat dan tinggi makhluk
hidup yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali ke bentuk semula) dan
kuantitatif (dapat diukur). Perkembangan adalah suatu proses dari organisme
muda menuju keadaan yang lebih dewasa (matang secara seksual sehigga dapat
melakukan reproduksi), serta bersifat kualitatif (tidak dapat diukur).
Berikut ini contoh yang dapat memperjelas perbedaan antara
petumbuhan dan perkembangan.
1. Pertumbuhan
Pertumbuhan Tanaman mangga yang tumbuh dari tanaman muda yang
kecil menjadi tanaman yang lebih besar dan bercabang rindang. ukurang tinggi,
berat dan volume dari batang dan daun tanaman mangga tadi dapat diukur dengan
menggunakan alat ukur yang ada.
2. Perkembangan
Tanaman mangga yang ketika menjadi tanaman muda tidak menghasilkan bunga dan buah, setelah beberapa tahun ditumbuhkan, dapat menghasilkan bunga dan buah yang bertujuan untuk perkembangbiakan dan reproduksi. Proses ini tidak dapat diukur karena kematangan seksual tanaman mangga tadi dapat berbeda – beda antara satu individu dengan individu lain, tergantung dari faktor yang mempengaruhi.
Tanaman mangga yang ketika menjadi tanaman muda tidak menghasilkan bunga dan buah, setelah beberapa tahun ditumbuhkan, dapat menghasilkan bunga dan buah yang bertujuan untuk perkembangbiakan dan reproduksi. Proses ini tidak dapat diukur karena kematangan seksual tanaman mangga tadi dapat berbeda – beda antara satu individu dengan individu lain, tergantung dari faktor yang mempengaruhi.
Berdasarkam uraian-uraian tersebut, maka dapat
diartikan bahwa pertumbuhan fisiologis/fisik individu tidak ada artinya bila
individu itu tidak mau melakukan proses pembelajaran untuk memiliki suatu
kompetensi, keterampilan atau kemampuan tertentu sebagai bentuk pengembangan
diri.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu,
yaitu:
a) Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang
utuh seperti kepala, tangan , kaki dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa
beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis
yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki
karakteristik fisik yang sama.
b) Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula
pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan
dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun
jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan
individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
c) Faktor Kebudayaan
Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya.
Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki
kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari semua faktor-faktor di atas dan
pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan
memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka
terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan
sekitar.
2.3 Individu, Keluarga dan
masyarakat
1) Individu
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak
terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang
istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23).
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat
dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia
perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki
peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian
serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat
sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek
psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu
aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku
menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma
kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan
ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu
masyrakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil
jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan
keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok
individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya
memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua
lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya
menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya
terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu
pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan
hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.
2) Keluarga
Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau
seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak
terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang
yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya
sendiri. Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga”
yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti
”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
3) Masyarakat
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut
society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal
dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling
berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang
bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan
lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Dengan menggunakan
pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan
interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan
dalm suatu masyarakat. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan masyarakat
adalah :
Ø
Kumpulan sekian
banyak individu yang terikat oleh satuan adat, hukum dan kehidupan bersama
Ø
Kesatuan sosial yang
mempunyai hubungan erat
Ø
Kumpulan
individu-individu yang mandiri dan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup
lama.
4) Hubungan Individu,
Keluarga Dan Masyarakat
Individu barulah dikatakan sebagai individu
apabila pada perilakunya yang khas dirinya itu diproyeksikan pada suatu
lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Satuan-satuan lingkungan sosial yang
mengelilingi individu terdiri dari keluarga, lembaga, komunitas dan masyarakat.
Ø
Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan
keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik.
Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada
keluarga yang bersangkutan. Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu
pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam
keluarga.
Ø
Hubungan individu
dengan lembaga
Lembaga diartikan sebagai sekumpulan norma
yang secara terus-menerus dilakukan oleh manusia karena norma-norma itu
memberikan keuntungan bagi mereka. Individu memiliki
hubungan yang saling mempengaruhi dengan lembaga yang ada disekelilingnya.
Lingkungan pekerjaan dapat membentuk individu dalam membentuk kepribadian.
Keindividuan dalam lingkungan pekerjaan dapat berperan sebagai direktur, ketua
dan sebagainya. Jika individu bekerja, ia akan dipengaruhi oleh lingkungan
pekerjaannya.
Ø
Hubungan individu
dengan komunitas.
Komunitas dapat diartikan sebagai satuan
kebersamaan hidup sejumlah orang banyak yang memiliki teritorial terbatas,
memiliki kesamaan terhadap menyukai sesuatu hal dan keorganisasian tata
kehidupan bersama. Komunitas mencakup individu, keluarga dan lembaga yang
saling berhubungan secara independen.
Ø
Hubungan individu
dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak
dalam sikap saling menjungjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan
manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak
masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak
masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat,
sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, shopping adalah hak individu yang
semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.
2.4 Urbanisasi
Adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua.
Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan
berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan
penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah
lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan
pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera
dicarikan jalan keluarnya.
Berbeda dengan
perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang
tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah
satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni:
Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan
penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota.
Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat
sementara saja atau tidak menetap.
Pengaruh-pengaruh
tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor
pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik
perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian
contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan
urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih
lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan
tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya
tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak
lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di
desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang
kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik
antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan
masyarakat desa
D. Akibat urbanisasi
1. Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru
dipinggiran kota
2. Makin meningkatnya tuna karya
(orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak
memenuhi persyaratan kesehatan
4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan
kerawanan sosial dan criminal
BAB III
PENUTUP
3.1
Analisis
Setiap kehidupan
pasti ada tata cara atau peraturan yang sengaja dibuat agar disetiap ruang
lingkup itu sendiri dapat menerapkannya untuk suatu tujuan tertentu yang baik.
Dalam kehidupan bermasyarakat sangat dibutuhkan suatu norma – norma atau
peraturan dalam kehidupan sehari – hari, karena norma – norma sengaja dibuat
agar setiap individu mengerti dan memahami bentuk bagaimana cara berperilaku
dan berbicara dengan baik sesuai norma – norma yang berlaku. Proses
penerapannya pun dimulai dari ruang lingkup sebuah keluarga dan biasanya akan
lebih berkembang ruang lingkupanya sesuai dengan kegiatan yang dia lakukan
dalam kesehariannya.
3.2
Kesimpulan
Kehidupan individu, keluarga dan masyarakat
sangatlah penting untuk selalu menjunjung tinggi norma – norma yang ada. Karena
norma – norma tersebut ada untuk membuat setiap individu agar menjadi lebih
baik dalam berperilaku dan berbicara. Norma – norma tersebut yang telah
diterapkan dalam setiap diri individu yang ada, akan membuat dampak yang
positif bagi keluarga dan kehidupan masyarakat.
3.3
Referensi
No comments:
Post a Comment